Kamis, 06 Oktober 2011

obat sablon

a. Rubber 
yg paling sering digunakan. Bisa untuk kaos berwarna gelap maupun terang karena sifatnya yang menumpang dan menutupi rajutan kain. UNtuk sablon diatas dasar kain yg melar dibutuhkan cat rubber dengan ramuan khusus agar cat dapat mengikuti kelenturan kain dan berdaya tahan lama.
b. Pigmen (manusia babi :) ), 
sorry bukan, ini cat yang biasa dipakai untuk kaos berwarna terang karena sifatnya yg menyerap kedalam kain.
c. Plastisol, 
cat berbahan dasar minyak, dengan kemampuan istimewa untuk mencetak dot/raster super kecil dengan hasil prima. Tanpa limbah dan sangat irit. Sayangnya butuh invest yg banyak bila menggunakan cat ini karena untuk mengeringkannya dibutuhkan sinar infra merah.
d. Glow in the dark, 
cat yg menyala saat kaos berada ditempat gelap. Bisa rubber, pigmen maupun plastisol.
e. Reflektif, 
cat yang akan menyala jika kaos disinari oleh sebuah sumber cahaya. Dari 3M.
f. Discharge, 
cat dengan kemampuan menipiskan/menghilangkan warna dasar kaos kemudian diisi dengan warna baru sesuai dengan kebutuhan.
g. Flocking, 
cat dengan bentuk jadi seperti beludru.
h. Foam atau cat timbul. 
Ada rubber, ada juga plastisol, tapi bentuk timbul keduanya berbeda.
Separasi proses pemisahan warna disain untuk dijadiin film. Nah jenisnya ada 2 kalo ga salah. Ada yg spor color ato warna blok biasanya ini untuk disain berbentuk vektor, ada yg raster namanya process color. Disebut process color soalnya kalo pake cat plastisol warna2 yg udah dipisahin itu udah ada (udah diproses duluan, maksudnya udah ada yg jual jadinya kita ga perlu nyampur lagi), tapi bisa juga dipake buat cat rubber, tapi ga begitu bagus karena cat palstisol keunikannya adalah bisa ditumpuk pada saat masih basah jadi warnanya bisa nyampur.
Sablon Glitter, Sablonan yang memakai tinta berupa campuran serbuk, ada yg halus ada yg kasar, makin kasar makin renggang pula jenis screen yg digunakan.
Sablon Foil, Sablonan dengan menggunakan bahan kertas logam, hmm kaya foil yg ada di undangan2 gitulah.
Sablon High Density , Sablonan timbul dari jenis plastisol. Kalo dirubber disebutnya Foam (timbul busa) Kalo high density timbulnya bener2 kotak presisi sedang foam timbulnya melengkung 
Sablon High Frequency tuch apa? Ha, apa pla ini bah? gw belon tau, tapi kalo dari namanya mungkin sablon dengan cat plastisol yg memakai raster2 kecil, makanya disebut high frequency abis rasternya rapat banget (plastisol bisa 55 sampe 60 pdi (dot per inch))
Sablon Aspal, Salah satu jenis plastisol. Bentuk jadinya ya kaya aspal,… item (warna laen ada ga yaa) dan rada2 kasar dan agak mengkilat gitu,….
Untuk menghemat biaya pengeluaran produksi,kita bisa membuat Cat Pigmen produksi sendiri.Ini jauh lebih murah dibandingkan jika kita harus membeli Cat Pigmen yang sudah jadi.Bahan-bahannya pun mudah didapat.

BAHAN: 
1.Air 1 Liter
2.Emulsifers Secukupnya +- 250Gr
3.Terpentin 1 Liter
4.Binner Secukupnya
5.Pewarna Secukupnya
6.Fixer Secukupnya

CARA Pembuatannya:
*Sediakan Air 1 liter didalam ember/tempat yang bisa digunakan untuk mencampur bahan.
*Lalu masukan Emulsifers sedikit demi sedikit sambil terus diaduk-aduk/diputar-putar,Jika sudah mengental dan berwarna putih,Emulsifers nya jangan dimasukkan lagi,menyebabkan campuran jadi terlalu kental.
*Setelah Tercampur rata(Air+Emulsifers)lalu masukkan Terpentin sambil diaduk-aduk lagi.
Jika semua bahan Air + Emulsifers + Terpentin sudah tercampur rata maka Pigmen nya sudah siap untuk dipakai.
Sekarang anda bisa mencampur dengan pewarna yang akan digunakan.Campurkan pewarna secukupnya sesuai dengan kebutuhan.
Jangan lupa juga masukkan BINNER dan Fixer Secukupnya.
Sebelum mencetak coba sablonkan pada kain/kaos,jadi Jangan sampai pada saat dicuci sablonan jadi rontok.
Jika rontok tambahkan lagi Binner nya,lalu coba kembali sampai sablonan benar-benar tidak rontok pada saat dicuci.
Jika bahan pigmen nya terlalu encer,anda bisa menambahkan Emulsifers sambil diaduk-aduk.jika sudah mengental berarti sudah cukup.
Sebab bahan pigmen yang encer menyebabkan Hasil Sablonan kurang tajam,apalagi jika akan digunakan untuk mencetak Spanduk maka pigmen nya hastus agak kental.Mudahkan kan.Selamat Mencoba
 TEKNIK SABLON   0 KOMENTAR  LINK KE POSTING INI
REAKSI: 

SABTU, 14 NOVEMBER 2009

teknik sablon

Marilah kita Belajar tentang Sablon serta Peralatan yang dibutuhkan dan Bagaimana cara Menyablon untuk Bahan Kaos,serta Tips-Tips Sablon. Sablon terbagi menjadi 2: 
1.Sablon Manual adalah sablon yang menggunakan media screen/kain kasa/monnyl sebagai alat cetaknya. 
2.Sablon Hot Press adalah suatu alat untuk mentransfer gambar/tulisan. 
Jika menggunakan media screen/kasa/monnyl maka peralatan yang digunakan adalah: 
1.Screen Screen juga ada yang sudah jadi atau kita membuat sendiri. 
Screen juga bermacam-macam tergantung akan digunakan untuk mencetak media apa? 
Jika kita akan mencetak untuk media Kertas,Plastik,Gelas,Payung,Stiker,Dus,Mika maka kita bisa menggunakan Screen T 120/T150/T200. 
Tapi jika kita akan menggunakan screen untuk media cetak nya di kaos maka kita harus menggunakan Screen T 14/T35,T 1000,T 500 atau menggunakan jenis kasa nya yang lebih kasar lagi.
Kasa/Screen yang lebih kasar digunakan untuk mencetak campuran yang menggandung gliter/serbuk emas,perak,dsb 
2.Rakel Rakel juga ada beberapa macam jenis nya,tergantung fungsi dan kegunaannya. Kita akan mencetak untuk media Kertas,Plastik,Gelas,Payung,Stiker,Dus,Mika maka kita harus menggunakan jenis Rakel yang tajam,supaya hasil nya lebih bagus. 
Jenis rakel yang digunakan untuk kaos adalah jenis rakel agak lembek,bisa juga menggunakan spon(bahan yang biasa digunakan untuk sandal). 
Sekarang Yang akan kita bahas tentang Cara AFDRUK pada Screen: 
Langkah awal kita harus mempersiapkan: 
* screen T 14/T35dan rakel 
* kaca bening dengan ketebalan 5mm 
* busa untuk mengalasi bagian bawah screen 
* klise/film yang digunakan untuk mengafdruk 
* obat afdruk 
* pengering rambut 
* semprotan/spray 
* harter berguna untuk memperkuat obat afdruk 
* tinta/obat sablon 
CARA MENGAFDRUK :
 Untuk mengafdruk bisa menggunakan obat afdruk merk Diazol atau merk yang beredar dipasaran(tersedia di toko yang menyediakan bahan untuk sablon). Langkah ke: 
1. Campurkan ke 2 bahan afdruk yang berwarna biru dengan kalium yang berwarna kuning emas,akan menghasilkan warna hijau.jika hasil campuran berwarna hijau tua berarti campurannya kalium nya terlalu banyak.diharapakan jangan terlalu banyak kaliumnya karena pada saat penyemprotan akan mengalami kesulitan. 
2. Laburkan obat afdruk diatas screen,lalu ratakan bagian LUAR & DALAM seluruh permukaan screen yang akan digunakan.Cara meratakannya bisa menggunakan penggaris. 
 3. Bisa Menggunakan Pengering Rambut untuk mengeringkan obat afdruk yang sudah rata tersebut.jika sudah kering Alasi bagian bawah screen dengan busa,siapkan klise/film nya diatas screen(dengan posisi terbalik)lalu alasi dengan kaca bening dengan ketebalan 5mm,setelah siap bawa ketempat yang panas/terang dengan lamanya penyinaran 60 detik,jika cuaca terlalu panas penyinaran cukup 10-20 detik saja. 
4. Setelah selesai penyinaran bawa kedalam: buka kaca,film dan busanya. lalu basahi bagian luar dan dalam screen,maka akan tampak bagian yang tidak terkena sinar akan mengelupas.lalu lakukan penyemprotan menggunakan semprotan/spray yang biasa digunakan untuk burung/menyemprot tanaman.lakukan penyemprotan bagian luar dan dalam dengan hati-hati.setelah betul-betul bagus siram lagi bagian luar dan dalam lalu dijemur sampai kering. 
5. Setelah kering baru dilaburi dengan Harter untuk memperkuat obat afdruk.setelah dilaburi secara merata lalu dijemur kembali sampai betul-betul kering. 
Setelah kering screen siap untuk digunakan.
Selamat mencoba dan Kita saling berbagi pengetahuan & pengalaman.
NB:
Kedepannya akan kita bahas mengenai campuran & komposisi obat sablon untuk kaos,desain kaos,sparasi kaos,dll.
Salam Hangat dari Trims 
Tahap 4: Pengeringan

Ini adalah tindakan yang perlu kita lakukan setelah penyablonan. Prosesnya tak sekedar menjemurnya di bawah sinar matahari terik karena beberapa teknik sablon memerlukan teknik pengeringan khusus. Yang umum dilakukan memang menjemur atau ‘mengangin-anginkannya’.
Dapat juga mengeringkan dengan bantuan alat pengering seperti blower, hairdryer,atau kipas angin. Setiap tinta cetak memerlukan waktu untuk mengering dengan sempurna. Belum tentu hasil sablon benar-benar mengering meski setelah dipegang terasa kering. Beberapa jenis cat memerlukan tindakan curing. Proses ini memerlukan alat khusus. Misalnya, tinta jenis plastisol yang perlu melalui proses pemanasan dalam temperatur yang sangat panas (sekitar 143-116 derajat celcius), biasanya dengan menggunakan mesin conveyer atau flash heater. Tinta sablon jenis karet juga memerlukan proses curing, dengan menggunakan alat mesin hotpress bertemperatur sekitar 110-130C.
Ada pula jenis tinta sablon tertentu yang membutuhkan tindakan pengovenan (pemanggangan) untuk mencapai titik pengeringan yang sempurna. Jika proses pengeringan diabaikan, kualitas sablon biasanya buruk seperti pecah-pecah, luntur, pudar dan sebagainya.

Sekian tahap-tahap dalam penyablonan..thanks...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar