Kamis, 06 Oktober 2011

sosiolinguistik

Pengertian Sosiolingustik
      Sosiolingustik adalah ilmu antardisiplin antara sosiologi dan linguistik. Sosiologi adalah kajian  yang obyektif dan ilmiah mengenai manusia di dalam masyarakat, dan mengenai lembaga –lembaga, dan proses sosial yang ada di dalam mmasyarakat. Sedangkan lingustik sendiri adalah bidang ilmu yang mempelajari bahasa, atau bidang ilmu yang mengambil bahasa sebagai obyek kajiannya. Dari pengertian diatas mengenai sosiologi dan lingusitik maka dapat kita ambil pengertian secara umum mengenai sosiolinguistik yaitu bidang ilmu yang mempelajari bahasa dalam kaitannya dengan penggunaan bahasa itu di dalam masyarakat.
      Lalu pertanyaannya adalah mengapa bahasa dikaitkan dengan aspek kemasyarakatan?. Jika pertanyaannya demikian maka saya akan memberikan gambaran sebagai berikut. De Saussure(1916) pada awal abad ke-20 menyebutkan bahwa bahasa adalah salah satu lembaga kemasyarakatan , baik itu perkawinan, pewarisan harta peninggalan, dan sebagainya. Dimana dimensi kemasyarakatan bukan hanya memberi “makna” kepada bahasa, tetapi juga menyebabkan terjadinya ragam-ragam bahasa. Dimana ragam-ragam bahasa ini bukan hanya dapat menunjukkan adanya perbbedaan sosial dalam masyarakat tetapi juga memberi indikasi mengenai situasi berbahasa, dan mencerminkan tujuan, topic, kaidah, dan modus-modus penggunaan bahasa.

Pembedaan Kajian Bahasa Menurut Fokus Perhatian
      Charles Morris dalam bukunya Sign, language, and Behaviour (1946) membicarakan bahasa sebagai system lambang dan beliau membedakannya menjadi tiga fokus perhatian yaitu:

  1. Semantik adalah jika perhatiannya difokuskan pada hubungan antara lambang dengan maknanya.Sintaktik adalah jika fokus perhatiannya diarahkan pada hubungan lambang.
  2. Pragmatik adalah jika fokus perhatiannya diarahkan pada hubungan lambang  dengan para penuturnya.
  3. Sosiolingustik sendiri yakni kajian antara lambang dan penuturnya.

      Di dalam sosiolinguistik obyek kajian bahasa tidak dilihat atau didekati sebagai bahasa, sebagaimana dilakukan oleh linguistik umum. Melainkan melihatnya melalui sarana interaksi atau komunikasi di dalam masyarakat. Untuk lebih jelasnya maka saya akan memberikan anda  pengertian sosiolingusitik dari beberapa pakar adapun pengertian tersebut antara lain sebagai berikut:

  1. Sosiolinguistik adalah ilmu yang mempelajari ciri dan pelbagai variasi bahasa, serta hubungan antara para bahasawan dengn ciri fungsi variasi bahas itu di dalam suatu masyarakat bahasa( Kridalaksana 1978:94)
  2. Sosiolingustik adalah pengkajian bahasa dengan dimensi kemasyarakatan.
Dari definisi diatas maka dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa sosiolinguistik adalah cabang ilmu linguitik yang bersifat interdisipliner dengan ilmu sosiologi.



Sosiolingustik dan sosiologi Bahasa
       Pernahkah anda mendengar mengenai istilah sosiologi sastra.,  jika belum maka disini saya akan mencoba menjelaskan mengenai pengertian sosiologi sastra dan perbedaannya dengan sosiolinguistik. . Fishman  seorang pakar sosiolinguistik mengatakan bahwa kajian sosiolinguistik lebih bersifat kualitatif, artinya adalah sosiolinguistik lebih berhubungan dengan perincian-perincian penggunaan bahasa yang sebenarnya seperti: deskripsi pola-pola pemakaian bahasa dalam budaya tertentu, atau pemakaian bahasa tertentu yang dilakukan oleh penutur, topic, dan latar pembicaraan .  sementara kajian sosiologi sastra bersifat kuantitatif, artinya sosiologi bahasa lebih berhubungan dengan faktor-faktor sosial yang saling bertimbal balik dengan bahasa.


Masalah-Masalah  Sosiolinguistik
a.       Identitas Sosial dari Penutur artinya adalah siapakah penutur tersebut dan bagaimana hubungannya dengan lawan tutur. Identitas penutur ini dapat berupa anggota keluarga ( ayah,ibu, kakk, adik, dan sebagainya), dapat berupa teman karib, atasan, bawahan, guru, tetangga , dan orang-orang lainnya.dimana identitas penutur tersebut akan mempengaruhi pilihan kode dalam bertutur.
b.      Identitas sosial dari pendengar yang terlibat dalam proses komunikasi. Artinya adalah bahwa identitas pendengar atau para pendengar akan mempengaruhi pilihan kode dalam bertutur.
c.       Lingkungan sosial tempat peristiwa tutur terjadi atinya tempat dimana peristiwa tutur itu terjadi. Baik itu di ruang kelas, pinggir jalan dan lain-lain. Dimana lingkungan sosial ini juga akan mempengaruhi pilihan kode dalam bertutur.
d.      Analisis sinkronik dan diakronik dari dialek-dialek sosial artinya adalah dialek sosial ini digunakan p[ara penutur sehubungan dengan kedudukan mereka sebagai anggota  kelas-kelas sosial tertentu di dalam masyarakat.
e.       Penilaian sosial yang berbeda oleh penutur akan perilaku bentuk-bentuk ujaran artinya yaitu setiap penutur mempunyai kelas sosial tertentu di dalam masyarakat, sehingga berdasarkan kelas sosialnya itu, dia mmempunyai penilaian sendiri , yang tentunya sama, atau jika berbeda ,tidak akan jauh dari kelas sosialnya, terhadap bentuk-bentuk perilaku ujaran yang berlangsung.
f.        Tingkat variasi dan ragam lingustik maksudnya adalah bahwa sehubungan dengan heterogennya anggota dari suatu masyarakat tutur, adanya berbagai fungsi sosial dan politik bahasa, serta adanya tingkatan kesempurnaan kode, maka alat komunikasi , manusia itu menjdi sangat bervariasi dimana variasi tersebut mempunyai fungsinya masing-masing.
g.       Penerapan praktis dari penelitian sosiolinguistik.yaitu mengenai kegunaan penelitian sosiolinguistik untuk mengatasi masalah-masalah prakstis dalam masyarakat.





Kegunaan Sosiolinguistik

a.       Pengetahuan sosiolinguistik dapat dimanfaatkan dalam berkomunikasi atau berinteraksi . artinya dengan ilmu ini akan memberi pedoman kepada kita dalam berkomunikasi dengan menunjukkan bahasa, ragam bahasa atau gaya bahasa apa yang harus digunakan dalam jika kita berbicara dengan orang tertentu.
b.      Berperan dalam proses pengajararan bahasa artinya yaitu sosiolinguistik tersebut membantu ketika pengajaran bahasa misalnya saaja saya memiliki data sebagai berikut :

Orang ke
Tunggal
Jamak
I
Aku, saya
Kami,kita
II
Engkau, kamu, anda
Kalian
III
Ia,dia, nya
mereka

Data diatas cukup jelas namun bagaimana mengenai cara penggunaannya tentunya tidak semua orang mengetahuinya terlebih lagi bagi mereka yang beru mempelajari sebuah bahasa, tentunya akan mengelami kesulitan ketika menggunakannya sehingga sosiolinguistik sangat membantu dalam hal ini.


Komunikasi Bahasa

Hakikat Bahasa
      Bahasa merupakan alat untuk menyampaikan ide maupun gagasan sehingga, bisa dikatakan fungsinya yaitu sebagai alat komunikasi yang sudah pasti keberadaannya sangat dibutuhkan di dalam masyarakat itu sendiri. namun apakah hakikat sebuah bahasa tersebut maka disini saya membahasnya. Hakikat bahasa adalah system lambang, berupa bunyi, bersifat arbitrer, produktif, dinamis, beragam, dan manusiawi. Adapun penjelasannya lebih mendalam antara lain sebagai berikut:

  1. Bahasa adalah  sebuah system artinya adalah bahasa itu dibentuk oleh sejumlah komponen yang berpola secara tetap dan dapat dikaidahkan. Bahasa itu sistemis artinya bahasa itu tersusun menurut pola tertentu.
  2.  Bahasa berupa bunyi artinya lambang-lambang itu  berbentuk bunyi yang lazim disebut bunyi ujar atau bunyi bahasa.
  3. Bersifat arbitrer artinya adalah hubungan antara lambang dengan yang dilambangkan tidak bersifat wajib. Misalnya lambang bunyi utnuk [kuda] adalah binatang berkaki empatyang biasai dikendarai. Adaikata itu wajib maka lambang untuk binatang berkaki empat yang biasanya dikendarai adalah [kuda] bukan [jaran], [horse], dan lain-lain. Namun yang perlu diingat adalah bahwa bahasa juga bersifat konvensional artinya setiap penutur akan mematuhi hubungan antara lambang dengan apa yang dilambangkan.
  4. bahasa itu bersifat produktif artinya adalah sejumlah unsure terbatas ,namun dapat dibuat satuan-satuan ujaran yang hampir tidak terbatas.
  5. Bahasa bersifat dinamis artinya adalah bahasa itu tidak terlepas dari berbagai kemungkinan perubahan yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
  6. Bahasa itu beragam artinya adalah meskipun bahasa mempunyai kaidah atau pola tertentu yang sama, namun karena bahasa tersebut digunakan oleh penutur yang hiterogen maka bahasa itu bisa menjadi beragam pula.
  7. Bahasa itu bersifat manusiawi artinya adalah bahasa itu sebagai alat komunikasi yang dimiliki manusia.

Fungsi-Fungsi Bahasa
 Secara umum fungsi bahasa adalah sebagai alat berkomunikasi namun secara lebih khususnya maka terdapat berbagai fungsi bahasa jika kita lihat dari sudut pandang tertentu, contoh:

Sudut pandang Sosiolinguistik
Jika dilihat dari sudut pandang ini maka konsep bahwa fungsi bahasa sebagai alat untuk menyampaikan pikiran diangga terlalu smpit  sehingga dalam pandangan ini fungsi bahasa dibagi lagi menjadi beberapa antara lain sebagai berikut:

  1. Dilihat dari sudut penutur yaitu fungsi bahasa itu bagi personal. Dalam arti menyampaikan pikiran seseorang.
  2. Dilihat dari segi pendengar maka bahasa itu berfungsi direktif yaitu mengatur tingkah laku pendengar.
  3. Dilihat dari segi kontak antar penutur dan pendengar maka bahasa disini berfungsi fatik yaitu berfungsi menjalin sebuah hubungan .
  4. Dilihat dari segi topic ujaran maka bahasa berfungsi sebagai referensial /denotative/ informative yaitu bahasa berfungsi sebagai alat utnuk membicarakan obyek atau peristiwa yang ada di sekeliling penutur.
  5. Dilihat dari segi kode yang digunakan bahasa berfungsi sebagai metalingual artinya adalah bahasa itu digunakan untuk membicarakan bahasa itu sendiri.
  6. Dilihat dari segi amanat bahasa berfungsi sebagai imaginative artinya adalah  bahasa tersebut juga dapat menyampaikan imaginative.

Hakikat Komunikasi
Komunikasi adalah proses pertukatran informasi antarindividual melalui symbol, tanda, atau tingkah laku yang umum.  Dari batasan tersebut maka diperoleh tiga komponen yang harus ada dalam proses komunikasi yaitu:
  1. Pihak yang berkomunikasi
  2. Informasi yang dikomunikasikan
  3. Alat yang digunakan dalam komunikasi itu

Selanjutnya syarat apakah yang harus dimiliki sehingga sebuah perbuatan dikatakan bersifat komunikatif maka jawabannya adalah kalau perbuatan tersebut dilakukan dengan sadar dan ada pihak lain yang bertindak sebagai penerima pesan dari perbuatan itu.



Berdasarkan alat yang digunakan maka komunikasi dapatr dibedakan menjadi dua yaitu :
  1. Komunikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan bahasa sebagai alatnya
  2. Komunikasi nonverbal adalah komunikasi yang menggunakan alat bukan bahasa seperti peluit, cahaya, dan lain- lain.

Komunikais Bahasa
 
  1. Komunikasi serah adalah komunikasi yang terjadi ketika pengirim tetap sebagai pengirim  dan si penerima tetap menjadi si penerima.
  2. Komunikasi dua arah terjadi bila secara berganti-ganti si pengirim menjdi penerima dan si penerima menjadi si pengirim.

Sebagai alat komunikasi bahasa itu terdiri dari dua aspek yaitu
a.       Aspek linguistik mencakup tataran fonologis, morfologis, dan sintaksisketiga tataran ini akan membentuk semantic.

      b.  aspek Paralinguistik yaitu mencakup kualitas ujaran, tekanan, nada ,intonasi, dan grak-gerik tubuh.


Keistimewaan Bahasa Manusia
a)      Bahasa itu menggunakan jalur vocal auditif.
b)      Bahasa dapat tersiar ke segala arah
c)      Lambang bahasa itu cepat hilang setelah diucapkan
d)      Partispan dalam komunikasi bahasa dapat salin berkomunikasi
e)      Lambang bahasa dapat menjadi umpan balik yang lengkap
f)        Komunikasi bahasa mempunyai spesialisasi
g)      Lambang bunyi dalam komunikasi adalah bermakna
h)      Hubungan antara lambang bahasa ditetapkan oleh adanya persetujuan
i)        Bahasa sebagai komunikasi manusia dapat dipisahkan menjadi satuan-satuan yakni: kalimat, kata, morfem, dan fonem..
j)        Rujukan yang sedang dibicarakan tidak harus ada pada waktu ini.
k)      Bahasa bersifat terbuka
l)        Bahasa manusia diperoleh melalui proses belajar bukan dari gen-gen yang dibawa sejak lahir.
m)    Bahasa itu dapat dipelajari
n)      Bahasa dapat digunakan utnuk menyatakan yang benar dan tidak benar
o)      Bahasa manusia memiliki keekonomisan fungsi sebab terdiri dari subsistem bunyi dam makna
Bahasa itu dapat kita gunakan untuk membicarakan ba

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar